Kedalaman Sejarah: Tur Ksatria adalah urutan matematika di mana seorang ksatria mengunjungi setiap kotak di papan catur tepat satu kali. Ini adalah tantangan strategis dan masalah klasik dalam matematika rekreasi.
Asal-usul:
Masalah ini bukanlah penemuan modern. Solusi paling awal yang diketahui berasal dari abad ke-9, yang diberikan oleh para ahli dari Baghdad seperti Al-Adli dan As-Suli. Lebih jauh lagi, dalam literatur India abad ke-9, penyair Kashmir, Rudrata, mendemonstrasikan estetika matematika ini dalam karyanya, Kavyalankara, di mana ia menggubah sebuah puisi yang mengikuti urutan perjalanan seorang ksatria.
Sastra Barat:
Pada abad ke-13, Raja Alfonso X dari Kastilia menampilkan manuver-manuver kompleks berdasarkan gerakan ksatria dalam Libro de los Juegos (Buku Permainan) yang terkenal. Namun, fondasi matematika modern dari masalah ini diletakkan pada tahun 1759 oleh Leonhard Euler, yang analisisnya sekarang diakui sebagai salah satu pilar Teori Graf.
Karakteristik:
Tur Tertutup (Masuk Kembali): Jika ksatria selesai di kotak yang berjarak tepat satu langkah dari kotak awal, memungkinkannya untuk segera memulai tur lagi.
Open Tour:
Jika ksatria mengunjungi setiap kotak tetapi berakhir di kotak yang tidak dapat mencapai titik awal dalam satu langkah.
Diajukan oleh Max Bezzel pada tahun 1848 dan menarik perhatian para jenius seperti Carl Friedrich Gauss, masalah ini diubah menjadi “manifesto pemrograman” pada tahun 1970-an oleh salah satu bapak ilmu komputer modern, Edsger W. Dijkstra.
Dalam karya seminalnya, Catatan tentang Pemrograman Terstruktur (1972), Dijkstra menggunakan 8 Queens Problem untuk mendemonstrasikan bagaimana sebuah algoritma dapat dibangun secara sistematis melalui sebuah proses yang disebutnya “step-wise refinement.”
Kekuatan untuk mundur ke belakang:
Menurut Dijkstra, pendekatan ini merupakan tonggak penting pertama dalam menyempurnakan proses “coba-coba” menjadi urutan logis yang sempurna yang dapat digunakan oleh co
Legenda dan Asal Usul:
Menurut cerita, ketika penemu catur, Sissa bin Dahir, mempersembahkan permainan ini kepada Raja India, Raja bertanya kepadanya hadiah apa yang ia inginkan. Sissa mengajukan permintaan yang tampaknya sederhana: “Saya ingin satu butir gandum untuk kotak pertama papan catur, dua untuk kotak kedua, empat untuk kotak ketiga, dan untuk setiap kotak berikutnya, dua kali lipat dari jumlah sebelumnya.” Raja awalnya menolak permintaan ini, mengira itu hanya “segenggam gandum”; namun, ketika perhitungan dimulai, menjadi jelas bahwa baik perbendaharaan maupun seluruh stok gandum di dunia tidak akan cukup untuk memenuhi permintaan ini.
Catatan Sejarah: Ibnu Khallikan (1256)
Catatan tertulis pertama yang diketahui tentang kisah terkenal ini didokumentasikan pada tahun 1256 oleh penulis biografi dan sejarawan terkenal, Ibnu Khallikan. Ibnu Khallikan memasukkan peristiwa ini ke dalam karyanya bukan hanya sebagai dongeng, tetapi sebagai bukti bagaimana matematika mendorong batas-batas imajinasi.
Realitas Matematika:
Permintaan 64 kotak pada papan catur ini adalah contoh paling murni dari perkembangan geometris (pertumbuhan eksponensial). Jumlah pada setiap kotak dihitung dengan menggunakan rumus 2n-1 . Persamaan yang memberikan jumlah total gandum adalah sebagai berikut:
63
∑
i=0
2i = 264 - 1
Angka besar yang dihasilkan dari perhitungan ini adalah:
18,446,744,073,709,551,615
Mengapa Ini Sangat Penting?
Pelajaran Strategis: Masalah ini merupakan pelajaran kuno tentang kebijaksanaan yang mengajarkan kepada para pemimpin dan ahli strategi bagaimana perubahan kecil (“penggandaan”) dapat berubah menjadi kekuatan yang tak terkendali dari waktu ke waktu.